Bersyukur banget dapet tropi ini. Ini begitu mengejutkan. Soalnya
mau ikutan lomba init uh tanpa persiapan banget. Cuma baca baca doing di
internet terus latihan nulisnya Cuma sehalaman buku tulis kecil. Tadinya dadakan
banget soalnya pas sabtu tanggal 8 Agustus 205 kakak kelasku bilang bahwa aku
gak jadi berangkat ikut lomba esai ke balai bahasa, tapi hari rabu tanggal 12
Agustus 2015 guruku ngebm “ Dini hari
sabtu berangkat jam 6 ke balai bahasa.” Disitu aku bingung udah tinggal H-3
tapi aku belum ada persiapan sama sekali. Mau nolak gak enak karena udah
didaftarkan. Akhirnya aku pun menyanggupi untuk ikut lomba.
Hari H lomba tanggal 15 Agustus 2015 sudah tiba, tapi aku
nyantai aja J
gak ada rasa deg degan sama sekali. Sebelumnya aku Cuma tahu lomba itu
bertemakan manfaat membaca dan menulis di kehidupanku. Alangkah terkejutnya
aku, ternyata jumlah halaman esai yang harus kubuat 2-3 halaman dan dituli
s
tangan. Aku bener bener bingung gak tahu harus apa. Tapi dengan ucapan basmalah
aku pun memberanikan diri walau dirasa kurang siap.
Alhamdulillah aku bias melalui lomba itu, dengan berbekal
hasil browsing dan seminar yang ku ikuti, aku menuliskan semua opiniku disana. Dan
tiba pengumuman pemenang. Aku tidak ada rasa tegang sama sekali karena aku tak
terlalu berharap menang karena melihat persiapanku.
“ pemenang harapan ll oleh nomor urut 5….”
Belum selesai juri menyelesaikan perkataannya, aku telah
beteriak akuuuuu pada kakak kelasku. Speachlest banget deh pokonya. Au pun
segera menaiki panggung. Dan ternyata kakak kelasku yang jago nulis, teh Ayu fauziah lestari juga dapat juara 2. Ini begitu
mengagumkan mengingat aku dan teh Ayu kurang persiapan. Tapi kami bersyukur sekali.
Guru kami pun mendapat juara 2 untuk kategori guru. Sangat membanggakan untuk
sekolah kami.
Ku persembahkan tropi ini untuk ibu, bapa, Pak Ismail guru
terbaikku dan sekolahku tercinta. Yah sekolah tercinta, karena spertinya aku
mulai mencintai sekolahku ini setelah kurang lebih setahun aku menimba ilmu
disini
Walaupun hanya harapan 2 tapi ini membuatku bahagia karena
event ini seBandung Raya, aku mengalahkan peserta dari sekolah sekolah elit
dari kota Bandung. Peserta lomba ini sebanyak 101. Ini merupakan suntikan
semangat untukku. Mudah mudahan aku juga memenangkan lomba Karya Tulis Ilmiah di KEMENAG Oktober nanti. Walu menang
bukan tujuan utamaku.











